Anak stunting juga memiliki risiko lebih tinggi menderita penyakit kronis di masa dewasanya. Stunting dan kemiskinan memiliki korelasi.
Wagub menuturkan, hasil survei status gizi Indonesia tahun 2021 menunjukkan prevalensi stunting di Sulteng sebesar 29,7 persen, berada di atas angka nasional yaitu 24,4 persen dan mengalami penurunan jika dibandingkan tahun 2019 yang berada pada angka 31,26 persen.
Sementara itu, untuk target RPJMD sampai dengan tahun 2026 adalah menurunkan prevalensi stunting pada angka 8 persen.
“Hal ini berarti bahwa kita harus menurunkan prevalensi sebesar 21,7 persen dalam empat tahun ke depan, yang tentu saja ini menjadi tantangan bagi kita semua untuk mencapainya. Untuk Kabupaten Parigi Moutong, prevalensi stunting sebesar 31,7 persen. Hal ini tentunya harus menjadi perhatian serius bagi kita semua, khususnya Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong,” tutur Wagub Ma’mun.
Penurunan stunting dan angka kemiskinan harus dilaksanakan secara terintegrasi dengan melibatkan semua perangkat daerah dan pemangku kepentingan lain seperti akademisi dan organisasi profesi yang memiliki tugas sama dalam mendukung terbentuknya generasi cerdas, produktif, sejahtera dan mandiri, dengan tagline ‘siap gencar dan aman stunting’.
Baca: Ketua PKK Provinsi Beri Motivasi Pasien Operasi Bibir Sumbing
Sumber | BIRO ADPIM
Editor | MAHBUB














Komentar