Uang tersebut kemudian diduga akan diserahkan kepada salah satu anggota DPRD CR.
Sementara itu, dua pejabat yang disebut-sebut terlibat berinisial KD dan AK, bersama seorang pejabat Plt di BKD.
Selain dugaan pungutan, sumber juga menyoroti komposisi nama calon kepala sekolah yang diusulkan.
Menurutnya, beberapa nama yang diajukan berasal dari latar belakang agama atau etnis tertentu, yang dikhawatirkan dapat memicu sentimen di tengah masyarakat Parigi Moutong.
“Kami khawatir kalau ini dibiarkan bisa menimbulkan gejolak sentimen agama. Apalagi jika pelantikannya tidak wajar dan terkesan ada praktik curang,” tegasnya.
Hingga berita diturunkan, media ini masih berupaya melakukan konfirmasi lebih lanjut kepada Pemkab Parigi Moutong dan pihak terkait guna mendapatkan klarifikasi atas dugaan tersebut.














Komentar