Indonesia merupakan salah satu negara yang dikelilingi oleh cincin api (Ring of Fire) dan dikelilingi oleh lempeng bumi, antara lain Lempeng Pasifik, Lempeng Indo-Australia, dan Lempeng Euroasia.
Itulah sebabnya di Indonesia terdapat banyak gunung berapi dan juga sering terjadi gempa bumi.
Sebaliknya dari perspektif agama, banyak tokoh agama yang menyebutkan bahwa bencana alam dahsyat terjadi dan menimbulkan banyak korban jiwa dan harta benda merupakan teguran Tuhan kepada umatNya yang mungkin sering melakukan maksiat.
Ada juga sebagian tokoh agama mengeluarkan statemen yang pedas menyebutkan bahwa terjadinya bencana alam dahsyat merupakan azap dan teguran kepada umatNya yang mungkin terkadang lupa kepada Tuhannya dan cenderung berbuat dosa di muka bumi.
Kini dua tahun telah berlalu dan belum lenyap duka dan pilu serta trauma masyarakat Kota Palu.
Juga belum selesai berbagai masalah masyarakat penyintas yang jadi Korban bencana alam yang dahsyat itu masih memiliki masalah yang sampai saat ini belum ada solusinya.
Peristiwa bencana tsunami di Teluk Palu menyisahkan kesedihan dan pilu yang mendalam dari sejumlah warga yang kehilangan sanak saudaranya ketika itu.
Menurut laporan sejumlah media mainstream, jumlah korban terbanyak akibat gempa bumi yang menimbulkan bencana multi efek adalah mereka yang menjadi korban tsunami di Teluk Palu, karena pada saat peristiwa itu, di sepanjang pesisir Teluk Palu akan berlangsung acara puncak festival Palu Nomoni, sehingga banyak masyarakat tumpah ruah ingin menyaksikan festival tersebut.
Dan ketika terjadi gelombang tsunami yang dahsyat, ada banyak warga yang tidak berhasil menyelamatkan diri.
Baca: Ecocracy: Jawaban atas Kehancuran Sumber Daya Alam Indonesia








Komentar